Saatnya untuk hidup dalam dongeng sendiri

“Saatnya untuk hidup dalam dongeng sendiri”

Suatu hari ia memutuskan begitu. Sudah berapa tahun kau tanya? Ini tahun ke 22. Tertalu lama mungkin, tapi tidak ada kata terlambat untuk semuanya, bukan?

Dan disanalah ia berdiri, tertegun sendiri memikirkan apa yang baru saja ia ucapkan dan pikirkan.

Setiap orang memiliki dunianya sendiri, dimana ia akan menjadi lakon utamanya, dan akan menjadi pilihan mereka sendiri apakah mereka akan memerankan tokoh baiknya atau tokoh jahatnya. Tapi aku sendiri bertanya tanya apakah semua orang tidak menyadari apa yang mereka lakukan di dunia mereka?

Setiap orang memiliki pemikiran sendiri dan cara sendiri dalam menghadapi persoalan hidup mereka. Semua orang punya otak untuk memikirkan apa yang ada di lingkungan mereka. Tapi kenapa juga ada orang yang bersalah dan ada orang yang benar?

Selagi aku bertanya tanya dalam pikiran ku sendiri, sebenarnya sebuah jawaban muncul dalam otakku. Bahwa jalan pikiran seseorang akan dipengaruhi dengan sebuah nilai yang dianutnya. Jika nilai yang dianutnya adalah nilai yang benar, maka tak perlu bertanya lagi, bahwa jalan hidupnya akan dibimbing dengan kebenaran itu. bagi mereka yang memegang nilai yang tidak benar, maka akan menjalani hidupnya dengan pedoman yang salah pula yang tentu saja berakhir dengan tidak benar pula.

Dan jawaban sebenarnya tentang nilai yang benar itu adalah Al-quran dan Hadist yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi akhir zaman, Rasulullah SAW. Itulah mengapa semua orang yang mengamalkan apa yang mereka pelajari dari keduanya adalah orang orang yang insyaAllah berjalan dalam kebenaran. Dan mengapa merekalah orang orang yang insyaAllah dapat dipercaya tindak tanduknya. Dapat diterima usulannya. Dapat di contoh akhlaknya.

Mengherankan barangkali, bahwa aku menuliskannya sekarang, karena mungkin sebagian orang atau bahkan semua orang telah menyadarinya dari dulu. Namun memang begitulah adanya aku, si pemikir tukang tanya yang selalu melipat dahinya,  tapi pada akhirnya mendapat jawaban saja tidak cukup bukan? dongengku harus segera di lanjutkan!!

 

Advertisements

One thought on “Saatnya untuk hidup dalam dongeng sendiri

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s