Mana yang Benar, Mana yang Salah?

Saya sering bertanya-tanya gimana caranya jadi objective and menilai segala sesuatunya dengan cara yang benar. You know, ’cause I seem to not understand how the world works. Dengan hooman dan perbedaan kepribadian mereka. Dengan hooman dan cara berpikir mereka.

Namun, kemudian saya membaca Api Tauhid oleh Habiburrahman El-Shirazy. Sebuah novel biography seorang ulama besar kenegaraan Turki yang mencintai pengetahuan, ilmu, dan Al-quran.

I think I now understand bahwa penilaian kita terhadap sesuatu didasari oleh ilmu pengetahuan dan wawasan kita dan tentu saja nilai nilai yang kita pegang. Dan nilai nilai itu dipengaruhi salah satunya oleh apa saja yang kita baca. Jadi inilah mengapa kita harus membaca segala sesuatunya yang akan membawa pada penilaian yang benar.

And then comes a question: gimana caranya kita tahu buku apa yang akan dibaca? Jawabannya dengan mengetahui siapa penulisnya. Dan zaman sekarang mah gampang banget buat ngepoin seseorang. Apalagi kalo penulis keren… Ato, you know, mungkin ada seseorang yang bisa merekomendasikan buku bagus buat kamu. Just like the friends of mine.

I’ve also been questionning about how to stand your argument, karena selama ini saya berfikir bahwa maybe all people are right about their opinions because they got reasons with them.

But then… Setelah baca Api Tauhid ini saya mulai mengerti bahwa kita bisa bilang sebuah argument itu valid ato tidak jika kita mengerti tentang apa yang benar dan apa yang salah.

Seperti Baiduzzaman Said Nursi, ulama besar yang menjadi tokoh sentral di novel ini yang memiliki kebijaksanaan dan kearifan dalam memutuskan perkara. Juga dalam melihat dan menyikapi permasalahan umat. Dan bagaimana beliau memposisilan dirinya terhadap pemerintahan yang sekuler di zamannya. Beliau mendedikasikan dirinya terhadap ilmu dengan membaca kitab karya ulama besar sebelumnya, mentadabburi Al-quran dan beribadah. Beliau mendapatkan kebijaksanaan dan kelembutan jiwa serta kecerdasan yang menakjubkan dari Sang Pemilik kebijaksanaan, Sang Pemilik kelembutan dan Sang Pemilik kecerdasan itu sendiri, Allah SWT.

Itulah yang akan menuntun kita untuk berfikir jernih dan membuat keputusan yang bijak.

Note to self: saya harus banyak baca biography ulama dan kitab kitab keren juga. Dan pelajaran moral yang harus diingat setelah baca novel ini adalah: Husnuzhan a.k.a berbaik sangka. Lain kali saya post review-an Api Tauhid nya.

Trims dah baca…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s